PT Indonesia Power Perlukan Harga yang Bisa Dipahami
Facebook Prof. Dr. M. Surya
Pada 28 Maret 2012 Komite II DPD RI mengunjungi PT Indonesia Power Unit Bisnis (PUB) Pembangkitan Kamojang Kabupaten Bandung. Komite II terdiri atas Prof. Dr. H. Mohamad Surya, Intsiawati Ayus, Afnan Hadikusumo, Iswadi, beserta staf didampingi Dirjen Energi Panas Bumi Sugiharto. Kali ini acara kunjungan kerja tersebut lebih lengkap karena disertai pula oleh Wakil Menteri ESDM RI Widjajono Partowidagdo. Rombongan tersebut diterima dengan baik oleh M. Hanafi Nur Rifai, selaku GM UBP Kamojang, dan Bismo Siswandanu, selaku Manajer Teknik.
Prof. Dr. H. Mohamad Surya, selaku ketua rombongan, mengatakan bahwa khusus dirinya sudah dua kali datang ke Kamojang. Kedatangan yang pertama dulu adalah diminta ceramah oleh masyarakat dan kedatangan kedua pada kali ini bersama Komite II DPD RI. Surya menegaskan kehadirannya kali ini bersama Komite II DPD RI yang disertai Wamen ESDM adalah untuk mendapatkan berbagai informasi terkait energi serta menampung aspirasi dan masalah yang ada, baik dari masyarakat, pemerintah, maupun PT Indonesia Power sendiri.
Adapun Instiawati Ayus, selaku wakil ketua Komite II DPD RI menjelaskan bahwa kunjungan kerja tersebut fokus pada kebijakan energi nasional untuk mewujudkan ketahanan energi nasional dalam hal ketahanan dan keamanan energi, kemandirian pasokan energi, mendapatkan informasi mengenai kesiapan daerah dalam melakukan konversi dari minyak ke gas, serta mendapatkan pemahaman bagaimana daerah memenuhi dan menghemat energi listrik serta menghadapi isu-isu global.
Dalam memenuhi keinginan Komite II DPD RI, PT Indonesia Power memberikan banyak paparan, baik mengenai dirinya sendiri maupun permasalahan yang ada di lapangan. Isi presentasi dari PT Indonesia Power, di antaranya, Sekitar tentang Korporat PT Indonesia Power, Unit Bisnis Pembangkitan Kamojang, Sejarah PLTP Kamojang, Proses Terjadinya Panas Bumi, Alur Proses PLTP Kamojang, Produksi-Penjualan-Top, Harga Pokok UBP Kamojang, Harga Pokok PLTP Kamojang, Rencana Pengembangan, Harga Uap PLTP Kamojang, serta Prestasi dan Penghargaan.
Di tengah-tengah presentasi, terutama tentang harga dan penjualan yang dilakukan PLTP Kamojang, Dirjen Energi Panas Bumi Sugiharto interupsi. Ia menyampaikan keluhan Pemda Kabupaten Garut tentang masih kurangnya Garut mendapatkan hasil dari penjualan panas bumi.
Menanggapi hal tersebut, PT Indonesia Power menerengkan bahwa masih ada kendala dalam hal harga jual beli. Harga yang terjadi saat ini masih belum memuaskan semua pihak. Karena panas bumi dijual kepada pembeli tunggal, yaitu PLN, Hanafi berharap bahwa jual beli dengan PLN jangan dibiarkan bebas. Ia menginginkan ada harga jual beli yang bisa dipahami semua pihak.
Mengomentari keinginan PT Indonesia Power, Sugiharto menyatakan bahwa pemerintah akan berupaya melakukan restrukturisasi harga.
Dalam kesempatan itu pun Wamen ESDM Wijoyono Partowidagdo sangat berharap besar pada energi panas bumi. Ia mendukung PLN untuk membeli panas bumi karena harganya murah.
“Aneh sekali jika PLN tidak membeli panas bumi yang murah dengan harga Rp1.000, tetapi mau membeli BBM yang harganya mahal di atas Rp3.000. Itu adalah kebijakan yang stupid,” tegas Wamen. (Tom)
